Pasar Apartemen Masih Lesu

1 Skyscraper

ilustrasi; istimewa

JAKARTA, 22 JUNI 2016. Pasar hunian vertikal sejenis apartemen dan kondominium masih belum menunjukan pergerakan positif di tengah trend perlambatan pasar properti yang terus berkelanjutan.

Arief Raharjo, Head of Research and Advisory PT Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan, jika membandingkan antara kuartal II/2016 dengan periode yang sama pada 2015, tingkat prapenjualan atau pre-sales rate apartemen masih sama, yakni berkisar 63%. Tingkat penyerapan apartemen sepanjang semester pertama tahun ini mencapai 18.736 unit. Jumlah ini pun tidak banyak berbeda dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu yang mencapai 18.169 unit.

Menurut Arief, pasar kondominium atau apartemen di Jakarta dan sekitarnya sepanjang kuartal kedua tahun ini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, menandai kehati-hatian pengembang untuk meluncurkan proyek baru serta keraguan investor untuk membeli.

“pasarkondominium saat ini tidak ada perbaikan, masih sama dengan tahun lalu. Pertumbuhan harganya pun tidak signifikan. Kami bisa anggap cukup stabil,” katanya dalam paparan hasil riset pasar properti kuartal II/2016 Cushman & Wakefield, Kamis (23/6).

Sepanjang kuartal kedua tahun ini, Cushman & Wakefield mencatat ada 14 apartemen baru yang diselesaikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, menambah pasokan sekitar 7.300 unit. Penambahan ini meningkatkan pasokan kumulatif sebesar 4,8% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya menjadi 181.005 unit.

Sementara itu, proyek baru yang diluncurkan ke pasar mencapai 16 apartemen yang akan menambah total pasokan mendatang mencapai 203.442 unit. Proyek-proyek kelas menengah—bawah dengan harga kurang dari Rp14 juta per m2 men- dominasi proyek baru yang di luncurkan, yakni mencapai 67,7%

Arief menambahkan, jika dibandingkan dengan 2015, total pasokan baru apartemen sepanjang semester per- tama tahun ini justru semakin berkurang. Pada semester pertama 2015, pasokan baru mencapai 31.886 unit, sementara semester pertama 2016 berkurang menjadi 23.246 unit.

“Ini memperlihatkan makin sedikit nya pasokan yang ada, terlihat developer masih sangat hati-hati untuk memasarkan proyeknya dalam kondisi ekonomi saat ini,” katanya. (hadi)

BACA JUGA; PJP Luncurkan Marketplace

BACA JUGA; Digital Market Genjot Pemasaran Properti